Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Bentuk data berupa fisik dan non fisik, keduanya pantas kita amankan dari hal yang tidak berhak melihat dan mengakses. Data fisik, kita bisa tempatkan disuatu brankas misalnya lalu kita kunci rapat. Namun, bagaimana dengan keamanan data non fisik? Misal data itu disimpan didalam sebuah PC, tentu kita password agar aman dan tidak diakses sembarang orang. Namun, tahukah Anda kasus pencurian data di Amerika pada perusahaan retail kosmetik Sally Beauty untuk kedua kalinya yang data kartu kredit pelanggannya "dibobol" hacker. Menurut analisis Kevin Westin, pakar keamanan informasi dari Tripwire menjelaskan bahwa poin pertama adalah malware yang menyerang bersifat advanced persistent threat (APT). Kedua adalah masih banyak perusahaan retailer yang belum berinvestasi di teknologi keamanan. (Sumber : http://www.ciso.co.id/2015/05/sally-beauty-diduga-kembali-alami-kebocoran-data/)



Keamanan Data Dengan Sidik Jari
Pencurian Data Password

Tentu kasus ini bisa menimpa siapapun, karena keamanan data yang buruk dan tidak terenkripsi dengan baik. Katakanlah keamanan password, ini tentu sangat rentan untuk dilakukakan kecurangan seperti mengintip, informasi kebocoran dan sangat mudah di hack tanpa keamanan ganda. Terpikirkah Anda dengan keamanan sidik jari

Sidik jari mempunyai sifat unik, tidak ada yang sama di dunia ini yang mempunyai sidik jari kembar. Polanya yang bersifat unik dengan perbandingan 1 : 64.000.000.000. Tidak heran, sistem ini dikembangkan untuk keamanan karena sifat yang unik tadi. Saat ini  kita sudah temui penggunaan sidik jari yang digunakan di perusahaan seperti authentifikasi approval pada cash register, verifikasi password saat void transaksi, penyedia layanan safety box, perusahaan farmasi, perusahaan yang memerlukan security atau keamanan sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk ke ruangan atau ke dalam perusahaan.

Beralihlah segera pada identifikasi yang aman untuk melindungi sistem Anda sebelum kasus Sally Beauty terjadi pada perusahaan Anda. 
Sensor Sidik Jari UareU 5100
Sensor Sidik Jari UareU 5100

Bagi Anda yang ingin mengembangkan aplikasi fingerprint dari yang sederhana maupun professional yang membutuhkan SDK dan hardware yang berkualitas, kami ada solusinya. Memperkenalkan sensor fingerprint U.are.U 5100 dari Digital Persona dengan algoritma pengenalan fingerprint yang lebih CEPAT dan AKURAT. Template fingerprint berupa teks, sehingga sangat mudah disimpan dan didistribusikan. Keunikan lain dari hardware ini adalah terlindungi IP64, dimana terlindungi dari debu dan cipratan air. Sehingga hardware lebih aman dan tahan terhadap sentuhan debu dan air.

Fastcode 5100 SDK, Sensor Sidik Jari Untuk Aplikasi Sidik Jari
Fastcode 5100 SDK


Fitur utama Fingerspot Fastcode 5100 :
1. Format template dalam bentuk teks yang sangat mudah disimpan dan didistribusikan serta tidak memerlukan memory penyimpanan yang besar
2. Penggunaan multi alat dalam satu komputer
3. Tampilan citra fingerprint terintegrasi ke aplikasi
4. Mendukung identifikasi 1 ke N
5. Keseimbangan akurasi dan kecepatan terbaik saat ini
6. Mendukung sistem operasi Windows XP/SP3/Vista SP1/7/8/10, baik 32 maupun 64 bit
7. Mendukung VB.Net dan Visual C#
8. Keseimbangan Akurasi dan kecepatan, 1.000 sidik jari/detik (tercepat)

Kebutuhan Sistem :
- Sistem operasi Windows XP/SP3/Vista SP1/7/8/10, Baik 32 maupun 64 bit
- .Net Framework 2, untuk menjalankan contoh aplikasi
- Intel x86/x64 1GHz
- Memory 512 MB
- Port USB 


Biometrik, Apakah Cukup Aman Sebagai Perlindungan?
Serangan jahat yang mengancam kerahasiaan individu dan organisasi telah berkembang sedemikian rupa, di mana bentuk keamanan tradisional seperti password dan PIN tidak mampu lagi memberikan perlindungan.

Kini, para hacker dan entititas jahat lainnya dapat dengan mudah memecahkan kode keamanan dalam hitungan detik melalui program-program rumit dan hardware mutakhir, atau dengan peretasan "brute force".

Peluncuran iPhone 5S berhasil memancing ketertarikan publik yang sangat besar, terutama akan keefektifan biometrik (faktor turunan) dalam mencegah serangan pencurian kerahasiaan.

Perangkat Apple terbaru ini memiliki pengenal sidik jari biometrik terbaru yang dikenal dengan Touch ID, yang dipasang di dalam tombol Home iPhone 5S, untuk mendeteksi dan melakukan verifikasi sidik jari pengguna melalui sentuhan kapasitif.

Namun sayangnya seorang penyusup berhasil menembus lapisan keamanan ini dan dapat menyebabkan otentikasi biometrik menjadi tidak berguna. Para penjahat kriminal yang berhasil menanamkan Trojan ke dalam iPhone 5S, akan menemukan fakta bahwa memecahkan sebuah kode sidik jari tidak ada bedanya dengan memecahkan suatu password, karena sidik jari yang telah dipindai akan disimpan dalam seri 0 dan 1 di dalam iPhone.

Touch ID memang bekerja dengan sangat baik, namun jangan mempercayakan Touch ID sepenuhnya dalam menjaga aset-aset digital Anda. Apple perlu mengeluarkan update iOS yang memungkinkan pengguna Touch ID untuk melindungi perangkat mereka lebih jauh dengan menggunakan otentikasi 2 faktor yang tepat yaitu sidik jari dan password.

Selain itu, tidak biasanya orang menyebarkan sidik jari mereka kepada pihak lain tanpa alasan yang jelas. Sidik jari kita terdaftar di passport biometrik, dimana seharusnya mereka hanya diketahui oleh pemerintah saja.

Dengan Touch ID, bukankah kita justru mempermudah para penjahat kriminal untuk mendapatkan sidik jari kita (dan dijual kembali di black market untuk alasan kejahatan apa pun)? Lebih lanjut lagi, sidik jari kita tidak bisa digantikan: sekali mereka tercemar, tidak ada jalan lain lagi untuk mendapatkan sidik jari baru.

Meskipun pendekatan biometrik Apple kurang efektif, namun iPhone 5S telah membantu mendorong publik meninggalkan otentikasi 1 faktor yang tradisional, dan bergerak menuju otentikasi multi faktor.

Dalam laporan ancaman pertengahan tahunnya, FortiGuard Labs menyebutkan otentikasi 2 faktor yang diharapkan akan menggantikan single password pada model keamanan IT.

Meskipun adopsi otentikasi 2 faktor dapat dilihat penggunaan utamanya pada pada Twitter, Dropbox, Evernote, dan Facebook, metode ini belum bisa menggantikan otentikasi 1 faktor yang lebih mudah.

Oleh: Nur Hasanah - chip.co.id
Cara Membersihkan Sensor Fingerprint
Mesin Fingerprint riskan akan kerusakaan, baik kerusakaan yang sifatnya sengaja maupun faktor ketidak sengajaan. Cara memebersihkan mesin fingerprint yang salah dapat mengakibatkan kerusakan yang tidak bisa ditolerir oleh penyedia produk sensor sidik jari karena kerusakaan ini dikarenakan uman error. Lalu bagaimana cara tepat membersihkan mesin fingerprint ini?

Membersihkan sensor sidik jari tidak diperkenankan dengan tisu sekalipun dengan tisu basah. Karena benda cair cukup berbahaya untuk sebuah mesin elek tronik. Hal ini bisa menyebvabkan konsleting sebagaimana mesin elektronik lainya yang terkena benda cair.

Untuk membersihkan sensor fingerprint yang benar dengan selotip atau lakban bening bukan dengan benda cari seperti air atau cairan lainya. Membersikan dengan lakban bening ini akan mengangkat kotoran yang menempel pada permukaan sensor. Lakukan cara ini secara berulang hingga permukaan sensor terlihat jernih.

Untuk memberi perlindungan sensor sidik jari bisa diberikan lapisan screen guard, namun cara ini akan berpengaruh pada sistem pembacaan sidik jari.
Teknik Penyimpanan Mesin Sidik Jari
Setelah proses registrasi atau pendaftaran sidik jari pada mesin sidik jari untuk selanjutnya citra fingerprint atau pola sidik jari akan disimpan. Dalam proses penyimpanan citra atau pola sidik jari , terdapat beberapa teknik penyimpanan sesuai dengan mesin sidik jari yang digunakan antara lain,

a. Data Sidik Jari Disimpan Dalam Perangkat Mesin Sidik Jari
Cara ini disebut sabagai pendapat desentralisasi. Teknik ini biasanya digunakan untuk mesin sidik jari tipe standalone, yakni mesin sidik jari yang dalam pengoperasiannya bisa berjalan tanpa harus terhubung dengan komputer. Data akan tersimpan pada chip memori yang ada pada mesin.

Keuntungan metode ini adanya kecepatan dalam proses pencocokan serta mesin absensi sidik jari bisa diletakan di tempat yang jauh dari computer. Kelemahannya dalah kapasitas yang terbatas sesuai dengan besar memori yang disediakan oleh mesin dan dari segi harga juga lebih mahal.

b.  Data Sidik Jari Disimpan Pada Database Software di Komputer
Teknik ini disebut sebagai cara sentralisasi.Banyak digunakan igunakan pada alat sidik jari tipe online atau yang harus terhubung dengan komputer dalam melakukan tugasnya. Data sidik jari yang diregistrasi akan langsung disimpan pada database yang ada pada harddisk komputer.

Keuntungan cara ini adalah kapasitas penyimpanan yang sangat besar, sesuai dengan kapasitas harddisk komputer. Kelemahannya adalah proses identifikasi lebih lambat dan harus menggunakan komputer dalam pengoperasian.

Demikian Teknik Penyimpanan Mesin Sidik Jari yang banyak diaplikasikan diberbagaiu teknologi seperti mesin absensi, akses kontrol fingerprint, fingerprint car controler atau produk lain dengan teknologi biometrik ini.