PANDUAN MENGGUNAKAN MESIN ABSENSI SIDIK JARI

Mesin Absensi Sidik Jari – Kami MBB merupakan penyedia mesin absensi sidik jari. Salah satu keuntungan dari mesin absensi sidik jari adalah untuk mendata kehadiran karyawan dengan mudah. Bagi Anda yang berminat, untuk info kami lebih lanjut KLIK DISINI. Nah bagi Anda yang sudah mempunyai mesin absensi sidik jari, namun masih bingung bagaimana cara menggunakannya, yuk simak ulasan berikut ini.

Langkah-langkah Cara Menggunakan Fingerprint

Berikut ini adalah beberapa panduan atau langkah – langkah menggunakan mesin absensi sidik jari :

  1. Instalasi mesin fingerprint, dan kemudian daftarkan sidik jari Anda. Instalasi > Pendaftaran sidik Jari > Verifikasi
  2. Jari yang sebaiknya digunakan pada saat pendaftaran adalah jari telunjuk, jari tengah atau jari manis. Jempol dan kelingking tidak disarankan karena biasanya pengenalan akan lebih sulit dilakukan.
  3. Cara menggunakan fingerprint yang tepat yaitu dengan menempelkan jari rata pada bagian tengah layar. Cara menempelkan jari yang tidak tepat yaitu : – permukaan jari tidak rata pada layar atau hanya sedikit ujung jari yang tertempel pada layar – jari ditempelkan pada bagian pinggir layar
  4. Bila verifikasi berhasil umumnya layar LED akan menjadi hijau selama kurang lebih 3 detik dan mesin fingerprint akan mengeluarkan suara “Terima Kasih” atau “Thank You“. Bila proses verifikasi sidik jari salah maka lampu LED akan menyala merah dan muncul suara perintah untuk mengulangi proses verifikasi kembali.

Sebaiknya pada proses pendaftaran dan verifikasi gunakan cara kerja mesin absensi sidik jari yang benar untuk menghindari penurunan kinerja pengenalan sidik jari karena cara kerja absensi sidik jari yang salah. Panduan cara menggunakan fingerprint pada artikel ini mungkin sedikit berbeda pada beberapa mesin sidik jari. Bacalah user manual produk akses kontrol fingerprint yang anda beli secara seksama sebelum menggunakannya.

Cara Kerja Fingerprint

  1. Pendaftaran Pengguna (User)

    Seorang pengguna dapat mendaftarkan hingga 10 sidik jari berbeda dengan menggunakan satu nomor ID untuk memilih beberapa pilihan verifikasi. Secara teoritis semua jari pengguna harus didaftarkan sehingga pengguna masih bisa melakukan pencocokan sidik jari jika salah satunya terluka atau terpotong. Umumnya pengguna disarankan untuk mendaftarkan setidaknya dua sidik jari seperti jari telunjuk pada tangan kiri dan kanan. Hal ini dilakukan agar user masih dapat menggunakan mesin absensi sidik jari walaupun ia lupa jari mana yang ia gunakan pada proses pendaftaran.

  2. Verifikasi User

    Ketika pengguna memasukkan password setelah menempelkan sidik jarinya, maka mesin absensi sidik jari akan membandingkan sidik jari yang baru discan dengan sidik jari yang yang sudah tersimpan. Daftar sidik jari digunakan untuk memeriksa ID pengguna. Setelah proses verifikasi, sistem akan menampilkan apakah verifikasi berhasil atau tidak pada layar Fingerprint Recognition Terminal.

  3. Batas Perbandingan (Threshold)

    Threshold perbandingan diatur untuk mengetahui kemungkinan false rejection dan false acceptance.

    • False acceptance (penerimaan palsu) berarti kesalahan perangkat pengenalan sidik jari sidik seperti jari pengguna dikenali sebagai pengguna B.
    • False rejection (penolakan palsu) berarti mesin pengenal sidik jari tidak mengenali sidik jari yang telah didaftarkan. Anda dapat menetapkan batas pengenalan untuk semua pengguna. untuk sidik jari yang gagal lolos verifikasi, Anda dapat mengadopsi mode verifikasi 1:1  atau “ID + sidik Jari”.

    Jika jari-jari pengguna rusak, turunkan ambang pencocokan. Tingkat penerimaan palsu (FAR = false acceptance rate) dan tingkat penolakan palsu (FRR = false rejection rate) saling mempengaruhi satu sama lain. Mengurangi nilai FAR akan meningkatkan FRR, dan juga sebaliknya. Default threshold setting adalah 35 dan default perbandingan threshold 1:1 adalah 15.

  4. ID Pengguna

    Ketika mendaftarkan sidik jari, pengguna akan dialokasikan dengan nomor ID yang belum terpakai. Ketika pengguna mulai menggunakan identitasnya sidik jarinya, ID ini digunakan untuk menghubungkan pola sidik jari atau password. Anda dapat memasukkan ID melalui keypad atau penyimpanan lainnya seperti kartu RF (perangkat pengenal sidik jari harus dikonfigurasi dahulu dengan pembaca kartu RF).

  5. Tingkat Kewenangan

    Cara menggunakan fingerprint di atur menjadi beberapa tingkat keewenangan. Kewenangan dalam mengoperasikan mesin absensi sidik jari ada beberapa yaitu :

    • Pengguna (user) : merujuk kepada orang-orang yang harus memverifikasi identitas mereka untuk suatu tujuan misalnya membuka pintu atau untuk absensi karyawan.
    • Pendaftar (registrars): mengacu pada pengguna yang diberikan hak untuk mendaftarkan dan menghapus pengguna.
    • Administrator: mengacu pada pengguna yang diberikan hak untuk melakukan semua operasi kecuali melakukan pengaturan lanjutan dan mendaftarkan administrator dan super administrator.
    • Super Administrator: mengacu pada pengguna yang memiliki akses ke semua fungsi sistem dan memodifikasi semua pengaturan sistem.

    Bila super administrator tidak didaftarkan, maka pendaftar dapat mendaftarkan administrator dan super administrator. Demikian pula administrator dapat mendaftarkan Super administrator bila belum ada super administrator sebelumnya. Setelah super administrator terdaftar, administrator dari kelas yang lebih rendah bawah tidak bisa mendaftarkan orang dengan kelas yang lebih tinggi.