January 22, 2019

Perkembangan Sistem Absensi Dari Tradisional Hingga Modern

Perkembangan Sistem Absensi Dari Tradisional Hingga ModernMesin absensi sudah digunakan sejak beberapa tahun yang lalu. Sebelum menggunakan mesin absensi, sebuah perusahaan menggunakan kertas untuk menulis presensi hadir karyawannya. Hal ini karena absensi merupakan suatu kegiatan esensial bagi tiap pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan. Sistem pencatatan absensi yang dilakukan mengalami perubahan dan perkembangan dalam sejarah, hingga ditemukan model – model pencatatan kehadiran yang berbeda – beda.

1. Disampaikan dengan Lisan

Pada awal sejarah perkembangan sistem absensi di Indonesia dikenal sistem absensi dengan penyampaian secara lisan. Dahulu, penyampaian absensi dengan lisan dilakukan dengan cara mengumpulkan semua karyawan, kemudian salah seorang dari mereka yang bertindak sebagai kepala regu maju di hadapan para karyawan lainnya untuk mengabsen satu per satu. Jika ada yang tidak hadir, maka ditanyakan apa penyebab dan alasannya.

2. Dicatat pada kertas

Setelah sistem penyampaian absensi secara lisan, maka pada sejarah perkembangan sistem absensi di Indonesia berikutnya mulai diterapkan sistem absensi dengan cara pencatatan pada media kertas. Masih ingat kegiatan absensi ketika masih sekolah dulu? Guru yang masuk ke dalam kelas membawa buku daftar hadir siswa, kemudian memanggil satu persatu nama – nama murid yang ada di dalam buku tersebut, dan memberi keterangan di samping nama murid yang telah diabsen apakah masuk atau tidak, beserta alasannya, juga ada atau tidaknya surat ijin.

3. Menggunakan mesin checklok

Sistem ini menggunakan media berupa sebuah mesin checklock, serta kartu untuk masing – masing karyawan. Caranya, karyawan harus memasukkan kartu ke dalam mesin setiap kali masuk, istirahat, pulang ataupun lembur. Keterangan Jam ketika melakukan checklock akan tercetak pada kartu tersebut  sesuai kolom yang ada. Karena jumlah kolom yang terbatas, maka kartu ini biasanya hanya dapat digunakan dalam waktu 1 bulan, sehingga pada bulan berikutnya kartu harus diganti dengan yang baru. Pada akhir bulan, HRD akan menyalin dan merekap data absensi yang tercetak pada kartu-kartu tersebut ke komputer untuk dihitung kembali. Dalam perjalanan sejarah perkembangan sistem absensi di Indonesia, ternyata Sistem absensi checklok masih banyak digunakan hingga saat ini. Model absensi diatas, yakni disampaikan dengan lisan, dicatat pada kertas, serta menggunakan mesin checklock yang dikenal pada masa awal sejarah perkembangan sistem absensi di Indonesia, Ketiganya tanpa software. Untuk pengolahan datanya harus direkap dan dihitung secara manual, sehingga rawan salah dan lama, serta mudah titip absen.

4. Absensi menggunakan kartu

Pada sistem ini mulai dikenal teknologi penyimpanan data absensi secara elektronik, dimana data tersebut bisa langsung diolah di komputer. Ada beberapa jenis kartu yang lazim digunakan untuk absensi, antara lain:

  • Kartu barcode

Sistem ini menggunakan sebuah barcode reader atau pembaca kartu barcode, dan beberapa kartu dengan barcode yang tercetak pada permukaannya. Setiap karyawan memegang satu kartu untuk absensi. Data absensi karyawan akan terekam di dalam mesin, yang nantinya bisa didownload untuk diolah lebih lanjut menggunakan software yang ada di komputer.

  • Kartu magnetic stripe

Hampir sama dengan sistem barcode, hanya saja pada sistem ini kartu harus digesek ke readernya.

  • kartu RFID (contacless)

Kartu RFID digunakan dengan cara mendekatkan kartu pada mesin absensi. Kartu ini bisa terbaca hingga jarak 10 cm, tergantung letak readernya dalam mesin. Jika dipasang di depan, maka bisa terbaca sampai 10 cm, namun jika dipasang di belakang maka kartu harus ditempel pada mesin absensi. Kartu RFID yang lazim digunakan untuk absensi ada 2 jenis, yaitu EM Card dan Mifare. Sistem absensi dengan menggunakan kartu, baik kartu barcode, magnetic stripe, maupun RFID, ketiganya sudah menggunakan software. Akan tetapi, pada prakteknya masih ditemukan berbagai kelemahan, seperti: bisa titip, lupa atau tertinggal, hilang, dicuri, rusak dan patah. Untuk mengatasi beberapa kelemahan tersebut, maka pasca mesin absensi kartu, muncullah generasi berikutnya yang dilengkapi dengan password. Jadi, jika kartu hilang atau tertinggal, masih bisa absen dengan menggunakan password. Akan tetapi dengan password pun, kelemahan titip dan lupa masih sering terjadi.

5. Absensi sidik jari generasi pertama (PC-Based Sensor)

Dikarenakan kelemahan pada absensi kartu dan password tidak bisa dihilangkan, maka masyarakat mulai melirik teknologi biometrika. Pada masa ini perjalanan sejarah perkembangan sistem absensi di Indonesia mulai mengadopsi teknologi biometrika. Biometrika sendiri berasal dari 2 kata (Yunani) yaitu: Bios dan Metrikos. Bios = hidup, Metrikos = ukuran. Jadi, bisa diartikan bahwa biometrika adalah pengukuran terhadap ciri – ciri unik dari manuasia baik itu fisik, kebiasaan, maupun kimiawi. contoh fisik adalah: sidik jari, wajah, vein, palm, iris, retina, telinga, dan sebagainya. Contoh perilaku adalah: tanda tangan, cara jalan. Sedangkan contoh kimiawi adalah: DNA. Penerapan teknologi biometrika pada sistem absensi memiliki beberapa keunggulan, yaitu: sulit lupa, sulit tertinggal, dan tidak bisa titip. Pada bidang absensi, yang diadopsi awal adalah sidik jari, karena:

  • Cara menggunakannya mudah
  • Harga mesinnya relatif murah
  • Memiliki tingkat akurasi yang tinggi

Sensor ini hanya dibekali dengan pembaca sidik jari dan kabel USB untuk transfer data. Sedangkan untuk penggunaannya, diperlukan PC (komputer), karena itulah di sebut PC-Based, yang berarti tergantung pada PC. Fungsi dari PC di sini ada 3, yaitu:

  • Sebagai sumber power, agar sensornya hidup.
  • Sebagai pengolah data.
  • Sebagai penyimpan data.

Batasan dari sistem ini adalah:

  • Butuh PC (komputer).
  • Scan Absensi harus dilakukan dekat komputer.
  • Data sidik jari dan absen yang tersimpan dalam komputer rawan hilang ketika komputer terkena virus atau diinstall ulang

Mitra Berkat Bersama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan mesin absensi sidik jari atau mesin absensi fingerprint, mesin absensi sidik jari murah dan akses kontrol pintu biometrik menggunakan deteksi sidik jari yang terbesar di Indonesia | Bergabung KLIK DISINI | 031-8274664 / 031-82516149 / 031-8477633 | Email : sales@mitraberkatbersama.com  

Kelebihan kami :

Garansi Resmi 1 Tahun Replacement unit 1 bulan (syarat&ketentuan berlaku) Tim kami siap melayani anda dalam memberikan solusi yang dibutuhkan, layanan support yang kami berikan adalah :

  • Kunjungan ke Lokasi (disesuaikan dengan lokasi kantor cabang kami)
  • Panduan via Chat Website / WA / Telegram
  • Penjelasan melalui Telepon
  • Remote dengan Team Viewer
  • Penjelasan melalui Email
  • Video Tutorial

CV. Mitra Berkat Bersama, Distributor fingerprint, akses kontrol pintu terbesar di Indonesia, kami ada untuk melayani anda dengan sepenuh hati. Type : Fingerprint Categories : Mesin Absensi

Tag : Distributor fingerprint indonesia | Jual mesin fingerprint | Mesin sidik jari murah | Akses kontrol pintu | Mesin sidik jari | Mesin fingerprint | Mesin absensi murah | Mesin fingerprint murah | Absensi sidik jari | Absensi murah | Mesin absensi sidik jari di surabaya

Melayani : Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Madiun, Ponorogo, Solo, Jogja, Semarang, Denpasar, Lombok, Madura, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera

Mesin absensi sidik jari murah di Surabaya | Mesin absensi murah | Mesin sidik jari | Mesin fingerprint | Mesin absensi murah | Mesin fingerprint murah | Absensi sidik jari | Absensi murah | Mesin absensi sidik jari di surabaya | Mesin absensi sidik jari | Distributor fingerprint indonesia | Jual mesin fingerprint | Mesin sidik jari murah | Akses kontrol pintu


CV. Mitra Berkat Bersama

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Kebonsari No. 19 Surabaya

Maspion IT Blok E10, Maspion Square
Jl. Ahmad Yani No 73 Surabaya
Komplek Giant Supermarket